Share  

KESUBURAN PRIA

Awas, golf bisa kurangi kesuburan pria

Selasa, 05 Januari 2016
15:35 WIB
Awas, golf bisa kurangi kesuburan pria

Bicara tentang usaha untuk hamil, biasanya orang hanya fokus pada pihak perempuan.

Padahal, pria juga memiliki peran sama besar dalam hal mendapatkan keturunan.

Ada banyak hal yang bisa pria lakukan untuk meningkatkan kesuksesan sebuah kehamilan.

Berikut hal-hal yang bisa merusak kesuburan pria dan cara untuk meningkatkannya kembali menurut Yahoo! News.

1. Pestisida yang tersembunyi

Tak banyak orang yang tahu bahwa lapangan golf ternyata memiliki konsentrasi pestisida yang lebih tinggi dibandingkan lahan pertanian.

Menurut organisasi Beyond Pesticides, dibutuhkan satu ton bahan-bahan kimia untuk melestarikan rumput hijau murni, termasuk pupuk sintetis, herbisida, insektisida, fungisida dan banyak lagi.

Jika suami Anda seorang penggemar golf, dia kemungkinan bermain dengan kemeja dan celana pendek, membuat kulitnya mudah terpapar, berkeringat dan mengambil bola yang bergulir di area yang terdapat bahan kimia tersebut secara berulang-ulang.

Selain itu, meski seorang pria tak bermain golf, dia juga dapat terpapar pestisida berbahaya yang sama jika pernah melakukan pekerjaan rumah dan menggunakan pembasmi serangga.

Semua bahan kimia tersebut dapat mengganggu kesuburan pria.

Kurangi atau hindari sebisa mungkin paparan pestisida jika Anda dan pasangan sedang melakukan program kehamilan.

Mengonsumsi bahan makanan organik juga membantu.

2. Bakteri usus yang tak seimbang

Percaya atau tidak, usus memainkan peran besar dalam kesehatan reproduksi.

Usus memerintah semuanya; ketika gangguan mikroba menjadi akar dari segala masalah kesehatan, termasuk gangguan hormon.

Jika bakteri jahat lebih banyak daripada yang baik, keseimbangan akan terganggu.

Salah satu dampak yang bisa terjadi adalah gangguan penyerapan nutrisi.

Padahal, kecukupan gizi sangat penting dalam produksi hormon, termasuk untuk menyiapkan calon bayi yang sehat.

3. Testoteron rendah

Moody, kelebihan berat badan atau kehilangan minat pada hubungan seksual, merupakan gejala ketidakseimbangan hormon, khususnya terlalu banyak estrogen dan terlalu sedikit testoteron.

Testoteron menjaga pria (dan wanita; sampai batas tertentu) tetap kuat secara fisik dan memicu keinginan untuk berhubungan seks.

Selain itu, kadar testoteron rendah dan estrogen tinggi sangat memengaruhi kualitas, mobilitas dan motilitas sperma pria.

Konsumsi makanan yang sehat dan beragam.

Makanan yang mengandung vitamin B, zinc dan selenium juga bisa meningkatkan kadar testosteron.

(Gibran Linggau)

 

Editor : Adi Wikanto
Sumber : Kompas.com