Share  

BBM

Bupati Puncak: Harga BBM Papua sudah turun

Oleh : Dina Mirayanti Hutauruk
Minggu, 13 Agustus 2017
15:19 WIB
Bupati Puncak: Harga BBM Papua sudah turun

KONTAN.CO.ID - Harga bahan bakar minyak (BBM) di Ilaga Kabupaten Puncak, Papua sudah sama dengan pulau Jawa saat ini. Hal tersebut diungkapkan Bupati Puncak, Willem Wandik, saat mengikuti Dialog Sinergi Membangun Bangsa di Bangsal Sewokoprojo, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta Sabtu (12/8).

Willem mengatakan, pada tahun 2016, harga BBM di kota Ilaga kabupaten Puncak dan daerah pegunungan Rp 50.000 per liter. Kalau lagi langka, harganya menjadi Rp 100.000. "Namun sekarang sudah turun menjadi 6.500 per liter. Saya atas nama masyarakat Papua menyampaikan terima kasih kepada kinerja Pemerintah yang luar biasa," ujar Willem dalam keterangan resmi Kementerian Perhubungan, Minggu (14/8).

Willem menambahkan selain harga BBM, harga semen di kabupaten Puncak juga menurun. Harga turun dari Rp 2,5 juta per sak menjadi Rp 1,05 juta per sak. Penurunan harga ini akan diresmikan pada 17 Agustus 2017.

Selain harga BBM dan semen, Willem menjelaskan penurunan harga barang-barang kebutuhan disebabkan oleh semakin banyak transportasi yang masuk ke wilayah Puncak Papua. "Tadinya harga barang-barang masih mahal. Semakin banyak transportasi, pesawat sudah masuk, Puji Tuhan sekarang harga mulai turun dan perekonomian kami meningkat," jelasnya.

Lebih lanjut Willem memaparkan peningkatan jumlah penerbangan di wilayah Papua. Dulunya dalam seminggu hanya ada satu kali penerbangan. Namun, ketika bandara Timika dimiliki oleh Pemerintah maka peningkatan penerbangan termasuk ke puncak mengalami peningkatan dimana saat ini terdapat 30- 40 penerbangan setiap bulannya.

Pada kesempatan tersebut, Willem juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintahan Jokowi - JK, khususnya Menteri Perhubungan dan Menteri PUPR terkait investasi infrastruktur untuk puluhan tahun ke depan.

"Saya berikan apresiasi kepada pemerintahan Jokowi - JK, khususnya Menhub dan MenPUPR bahwa investasi infrastruktur jauh lebih baik jika dilihat ke depan, 20 tahun ke depan ini (infrastruktur) bisa dinikmati oleh anak-cucu kita," ujar Willem.

Editor : Wahyu Rahmawati