Share  

MAKROEKONOMI

Darmin: Rupiah jangan terlalu kuat

Oleh : Ghina Ghaliya Quddus
Rabu, 13 September 2017
22:25 WIB
Darmin: Rupiah jangan terlalu kuat

KONTAN.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution tidak ingin nilai tukar rupiah terlalu perkasa terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pasalnya, bila terlalu menguat akan berpengaruh pada aktivitas perdagangan.

Mengutip Bloomberg, Rabu (13/9), di pasar spot, nilai tukar rupiah melemah 1 poin ke level Rp 13.201 per dollar AS dibanding hari sebelumnya. Sementara, kurs tengah Bank Indonesia (BI) menunjukkan rupiah melemah 0,17% ke level Rp 13.209 per dollar AS.

"Sekarang sudah terlalu kuat belum, belum. Tapi kami tidak mau terlalu kuat," katanya di Gedung DPR RI, Rabu (13/9).

Level tersebut, kata Darmin, semakin mendekati nilai fundamental rupiah. Namun demikian, Darmin menilai nilai tukar rupiah bisa mengalami penguatan sedikit lagi. Namun, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dinilai tidak terlalu tajam.

"Fundamental itu nilai fair-nya berapa secara fundamental. Rasanya masih ada ruang sedikit lagi tapi enggak banyak," kata Darmin.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perindustrian Johnny Darmawan menilai kurs rupiah yang ideal bagi pengusaha saat ini, yaitu berada di level Rp 13.000-Rp 13.300 per dollar AS.

Sebab, pengusaha telah terbiasa dan melakukan penyesuaian terhadap biaya-biaya produksinya dengan kondisi rupiah di level itu.

Meski demikian, Johnny sendiri menginginkan rupiah bisa ke level Rp 12.500-Rp 12.600 per dollar AS saat rupiah mengalami penguatan di awal tahun 2016.

"Menurut saya, berdasarkan pengamatan dulu, ekuilibriumnya bisa mencapai Rp 12.500. Tetapi kan sudah kejadian saat ini rupiah di level Rp 13.300. Mungkin ekuilibriumnya sekarang di level itu," kata Johnny.

 

Editor : Sanny Cicilia