Share  

IHSG

IHSG tumbang 1,03% di akhir pekan

Oleh : Wahyu Tri Rahmawati
Jumat, 11 Agustus 2017
16:29 WIB
IHSG tumbang 1,03% di akhir pekan

KONTAN.CO.ID - Merosot sejak pembukaan perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 1,03% atau 59,81 poin ke level 5.766,14. Meski terus berada di zona merah, masih ada satu sektor yang menguat, yakni sektor perkebunan dengan kenaikan 0,16%.

Sembilan sektor melemah tajam. Penurunan terbesar terjadi pada sektor aneka industri. Sektor ini anjlok 2,02%. Sektor industri dasar merosot 1,65%, disusul sektor konstruksi yang turun 1,41%, dan sektor manufaktur yang terkoreksi hingga 1,31%.

Sektor barang konsumer turun 0,99%, diikuti oleh sektor perdagangan 0,95% dan sektor keuangan yang turun 0,86%. Sementara sektor infrastruktur dan sektor pertambangan turun masing-masing 0,82% dan 0,62%.

Sebanyak 250 saham melorot, 102 saham tidak bergerak dan hanya 94 saham mencatat kenaikan. Pada indeks LQ45, tiga saham top losers adalah PT BPD Jawa Barat Tbk (BJBR) yang turun 5,28%, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang turun 5,15% dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) yang terkoreksi 4,95%.

Sedangkan saham-saham yang masih mencatat kenaikan adalah saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) yang naik 7,19%, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) 1,30% dan PT Hanson International Tbk (MYRX) yang naik 0,77%.

Investor asing tampak menarik dana dari pasar saham. Penjualan bersih asing di pasar reguler Rp 1,07 triliun. Total penjualan bersih asing di seluruh pasar mencapai Rp 1,15 triliun.

Investor asing masih mencatat penjualan bersih pada saham PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 271,1 miliar. Penjualan bersih asing juga banyak terjadi pada saham emiten pelat merah. Asing mencatat penjualan bersih saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 242,6 miliar, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk TLKM) Rp 184,8 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 164,3 miliar.

Asing masih mencatat pembelian bersih pada saham PT Perusahaan Gas NEgara Tbk (PGAS) Rp 10,9 miliar, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Rp 7,8 miliar, dan PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG) Rp 7,4 triliun.

Editor : Wahyu Rahmawati