Share  

BUDIDAYA PERIKANAN

Ikan bandeng akan dibudidayakan di Waduk Jatiluhur

Oleh : Abdul Basith
Kamis, 14 September 2017
17:33 WIB
Ikan bandeng akan dibudidayakan di Waduk Jatiluhur

KONTAN.CO.ID - Perusahaan Umum Jasa Tirta II (PJT II) berencana mengembangkan budidaya ikan Bandeng air tawar di Waduk Jatiluhur. Dengan menggandeng Badan Riset dan Sumber Daya , Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menggantikan Keramba Jaring Apung (KJA).

"Kami telah melakukan penataan KJA sebanyak 33.000 yang terdapat di Waduk Jatiluhur," ujar Djoko Saputro, Direktur Utama Perusahaan Umum Jasa Tirta II (PJT II), Kamis (14/9).

Sebelumnya PJT II telah melakukan penataan terhadap 33.000 KJA di Waduk Jatiluhur. Keberadaan KJA dinilai akan menurunkan kualitas air bersih yang dihasilkan.

Djoko bilang nantinya KJA akan digantikan dengan pengembangan budidaya Bandeng air tawar. Nantinya akan dilakukan penyuluhan dan persiapan selama semester pertama 2018. Sehingga dapat dilakukan pelaksanaannya pada semester kedua.

KJA dengan jumlah yang banyak dinilai akan merusak lingkungan. Pemberian pakan pada KJA akan meninggalkan sisa pakan sehingga terjadi pengendapan. Pengendapan pada dasar waduk tersebut yang akhirnya membuat pencemaran pada air.

Upaya penataan KJA juga dinilai oleh KKP tidak boleh menghilangkan mata pencaharian masyarakat. Oleh karena itu nanti akan dilepaskan bibit Bandeng hibrid ke Waduk Jatiluhur sehingga nantinya tidak diperlukan KJA. "Harapannya kerjasama ini dapat menyelesaikan persoalan," terang Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP).

Hal serupa juga disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno. Rini kerja sama tersebut digunakan untuk menjaga waduk tetap bersih. Waduk Jatiluhur digunakan 90% untuk irigasi dan 10% untung penyaluran air bersih ke Jakarta.

Penyelesaian masalah ini juga harus memperhatikan pembudidaya. Rini bilang akan didorong agar perbankan ikut masuk untuk permasalahan modal. "Kita stocking ikan jadi masyarakat tidak perlu membuat keramba," jelas Rini.

Editor : Yudho Winarto