Share  

KONFLIK AS-KORUT

Ini respon Amerika atas ujicoba bom-H Korut

Senin, 04 September 2017
08:35 WIB
Ini respon Amerika atas ujicoba bom-H Korut

KONTAN.CO.ID - Ujicoba bom hidrogen oleh Korea Utara (Korut) berbuntut panjang. Sejumlah negara mengutuk aksi nyeleneh Korut tersebut. Amerika Serikat, salah satunya.

Presiden AS Donald Trump mengecam Korut dan mengatakan bahwa aksi negara tersebut sangat berbahaya bagi AS. Saat ditanyakan apakah AS akan melancarkan serangan militer ke Korut, Trump hanya menjawab: "Kita lihat saja."

Lewat akun Twitternya, Trump juga menyebut bahwa Korut merupakan ancaman besar dan memalukan bagi China, yang terus berupaya membantu mereka namun dengan tingkat kesuksesan yang minim.

Sebelumnya, Trump memang telah berupaya untuk memperbaiki hubungan AS-China dalam mengatasi masalah Korut. Pasalnya, kedua negara berbagi perbatasan sepanjang 870 mil. Selain itu, nilai transaksi perdagangan China-Korut sudah naik hampir 38% pada tahun lalu.

Lewat Twitter pula, Trump mempertimbangkan akan memberlakukan satu kebijakan yang kemungkinan akan turut pula melibatkan AS. "Menghentikan seluruh perdagangan dengan seluruh negara manapun yang berbisnis dengan Korut". Pernyataan Trump diasumsikan juga merujuk pada China, yang notabene merupakan negara dengan perekonomian kedua terbesar dunia.

Selain itu, AS juga mengancam akan meluncurkan aksi militer besar-besaran terhadap Korut. Ancaman itu diutarakan oleh Menteri Pertahanan Jim Mattis setelah Trump memerintahkan rapat darurat dengan penasihat keamanan nasional AS.

"Setiap ancaman kepada Amerika atau wilayahnya, termasuk Guam, atau negara sekutu lain, akan dijawab dengan respon militer besar-besaran," jelas Mattis.

Di sisi lain, pada Minggu (3/9) kemarin, China juga mengeluarkan pernyataan yang mengecam aksi Korut. Lewat Menteri Luar Negeri-nya, China mengeluarkan pernyataan mengecam keras aksi Korut. China juga mengimbau agar Korut menghentikan aksi-aksi yang meresahkan yang akan memperburuk situasi.

 

Editor : Barratut Taqiyyah Rafie
Sumber : CNBC,Reuters
    Berita Terkait