Share  

MEDIA SOSIAL

Instagram serbu pasar iklan dengan 3 fitur anyar

Oleh : Maizal Walfajri
Rabu, 13 September 2017
22:42 WIB
Instagram serbu pasar iklan dengan 3 fitur anyar

KONTAN.CO.ID - Sejak Instagram Stories diluncurkan pada bulan Agustus 2016, dan iklan dalam Stories pada bulan Maret 2017, Instagram melihat bagaimana para pebisnis telah memanfaatkan Instagram Stories dan menyesuaikannya dengan strategi bisnis mereka.

Hanya dalam jangka waktu satu tahun, format Instagram Stories telah mengubah cara brand terhubung dengan pelanggan serta menginspirasi mereka. Berdasarkan data internal Instagram pada Juli 2017, lebih dari 50% bisnis telah membuat Instagram Stories dalam jangka waktu satu bulan terakhir.

Dalam keterangan tertulis kepada KONTAN pada Rabu (13/9), Instagram mencatat 250 juta pengguna di seluruh dunia aktif menonton dan membuat Stories setiap harinya, Instagram Stories kini telah menjadi platform yang semakin kuat bagi brand untuk tampil menonjol dan mendorong adanya aksi.

Pada hari ini, Instagram memberikan lebih banyak fleksibilitas bagi para pengiklan tentang bagaimana mereka membuat dan membeli iklan dalam Stories dengan beberapa kapabilitas tambahan.

Pertama, integrasi dengan Facebook Canvas, yang menawarkan extension lebih mudah untuk pengalaman menonton Instagram Stories dalam layar penuh (full screen).

Kedua, pilihan mengunggah yang memungkinkan pebisnis untuk menggunakan Stories organik mereka sebagai iklan di Power Editor dan Ads Manager, dan membuka kesempatan bagi mereka untuk memanfaatkan berbagai peralatan kreatif yang terdapat dalam kamera Instagram Stories.

Ketiga, optimasi placement untuk menjalankan kampanye di Facebook, Instagram dan Audience Network sekaligus.

Bagi para pengiklan yang ingin mendapatkan pengalaman terbaik dalam Instagram Stories dan format layar penuhnya, kami memberikan kemampuan bagi mereka untuk mengunggah Stories organik kreatif yang telah mereka miliki.

Fitur unggah terbaru ini memungkinkan para pengiklan untuk meperluas jangkauan Stories kreatif yang telah mereka miliki dan membuatnya tayang secara permanen dengan Power Editor dan Ads Manager untuk digunakan di masa depan.

Sekarang, para pengiklan dapat menggunakan fitur kamera seperti filter wajah, Boomerang, dan alat gambar untuk membuat cuplikan konten organik kemudian menggunakannya sebagai iklan. Sebagai contoh, sebuah toko bunga online, The Bouqsco Company (@thebouqsco), dan kampanye terbaru mereka.

Contoh lain, guna meningkatkan pemahaman pelanggan terhadap produk kecantikan terbarunya Genoptics, SK-II (@skii), salah satu brand Procter and Gamble, menjalankan tes terpisah untuk melihat bagaimana performa Instagram Stories terhadap feed kampanye mereka di Facebook dan Instagram.

Kampanye ini berhasil menghasilkan brand lift sebesar 13 poin untuk produk barunya dan menjangkau 30% target audiens mereka, yaitu perempuan usia 18-54 tahun di Jepang, dibanding ketika mereka hanya menggunakan feed Facebook dan Instagram saja. 

Dan sekarang, pebisnis dapat menambahkan Instagram Stories ke kampanye Facebook, Instagram, dan Audience Network secara otomatis, melalui optimasi placement. Fitur ini akan diluncurkan secara global dalam beberapa minggu ke depan.

Editor : Dessy Rosalina