Share  

PORTOFOLIO

Investor tak ubah protofolio pasca data ekonomi

Oleh : Dede Suprayitno
Selasa, 08 Agustus 2017
22:22 WIB
Investor tak ubah protofolio pasca data ekonomi

JAKARTA. Rilis angka pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2017 mendapat respon beragam dari investor. Beberapa menilai bahwa angka tersebut masih di bawah ekspektasi. Apakah hal tersebut turut mengubah portofolio investor di pasar modal?

Investor saham, Irwan Ariston Napitupulu menyatakan rilis data pertumbuhan ekonomi sebesar 5,01% hanya berbeda tipis dengan prediksi konsensus. Menurutnya, pertumbuhan tersebut masih inline, dan masih cukup baik bila dibandingkan dengan negara lain.

"Saat ini, gross domestic product / GDP sudah bagus, rupiah bagus, dan politik juga bagus," kata Irwan kepada KONTAN, Selasa (8/8).

Dia menilai, indikator pameran properti yang akan di gelar dalam waktu dekat di JCC Senayan bisa menjadi indikator awal prospek sektor properti. "Ada 180 industri di bawah properti, ketika properti bergerak sektor riil akan bangun," kata dia.

Bila pameran properti tersebut nantinya disambut positif, maka kemungkinan besar sektor properti akan bangkit pada semester 2-2017. "Jadi kemungkinan bangkit, dan indeks saya rasa bisa tembus pada 6.000," lanjutnya.

Untuk portofolio saham, saat dia banyak memiliki porsi di sektor perbankan. Sementara hampir 100% investasi yang dia miliki, ada dalam instrumen saham. "Banking adalah pertahanan ekonomi terakhir," lanjutnya.

Menurutnya, saat ini sektor perbankan cukup menarik. Untuk saham-saham bank plat merah blue chip, salam setahun bisa memberikan yield sebesar 25%. Untuk itu, dia lebih banyak berinvestasi dalam saham.

Sementara untuk instrumen lainnya, hanya berkisar 6%. "Kalau bonds, yield nya kecil," lanjutnya

Editor : Yudho Winarto