Share  

Konsumsi Rumah Tangga Indonesia

Konsumsi rumah tangga Indonesia mengecil

Oleh : Dea Chadiza Syafina
Jumat, 11 Oktober 2013
20:26 WIB
Konsumsi rumah tangga Indonesia mengecil

JAKARTA. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada September 2013 diperkirakan semakin melambat. Hal ini tecermin dari penurunan indeks keyakinan konsumen (IKK) dari 107,8 poin di bulan Agustus menjadi 107,1 poin pada bulan September.

Survei hasil konsumen Bank Indonesia yang dipublikasikan hari ini (10/10), penurunan IKK yang mencapai 0,7 poin itu disebabkan oleh cukup signifikannya penurunan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dari 110,8 poin di Agustus menjadi 108,6 di September. Turunnya IEK terjadi pada seluruh ekspektasi, baik penghasilan, lapangan kerja, maupun kegiatan usaha.

Secara regional, dari 18 kota yang disurvei, sebanyak 13 kota mengalami penurunan IKK dengan penurunan terbesar terjadi di Pangkal Pinang (-16,5 poin) dan Jakarta (-9,4 poin). Sementara berdasarkan kelompok responden, penurunan IKK terdalam terjadi pada kelompok responden yang memiliki tingkat pengeluaran Rp 4 juta-Rp 5 juta per bulan.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, IKK pada September 2013 juga alami penurunan 10,6 poin. Kondisi ini terjadi dengan menurunnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan juga optimisme terhadap ekonomi ke depan. 

IEK juga mengalami penurunan pada semua indikatornya. Penurunan terbesar terjadi pada indeks ekspektasi kegiatan usaha sebesar 6,1 poin menjadi 101,6 poin diikuti oleh indeks ketersediaan lapangan kerja dan ekspektasi terhadap penghasilan 6 bulan ke depan yang turun masing-masing 0,6 poin dan 0,1 poin. 

"Perkiraan tingginya tekanan inflasi dan melambatnya pertumbuhan ekonomi ke depan menjadi penyebab utama melemahnya optimisme responden terhadap kegiatan usaha 6 bulan ke depan," papar hasil survei konsumen tersebut. 

Setelah mengalami tren penurunan pasca hari raya Idul Fitri, tekanan kenaikan harga diperkirakan kembali naik pada 3 bulan mendatang atau Desember 2013. Peningkatan ini terjadi karena hari Natal dan Tahun Baru. Kondisi ini menjadi pendorong laju indeks ekspektasi harga 3 bulan mendatang menjadi 171,5 poin. Menurut survei ini, kenaikan harga pada 3 bulan mendatang diperkirakan terjadi pada semua kelompok komoditas.

Tekanan kenaikan harga pada 6 bulan mendatang juga diperkirakan naik. Hal ini tecermin dari peningkatan IEH 6 bulan mendatang menjadi 173,8 poin. Penyebabnya adalah pelaksanaan Pemilu pada April 2014 yang akan mengerek harga mulai Maret 2014. 

 

Editor : Djumyati Partawidjaja