Share  

PORTOFOLIO

MI: Lebih baik investasi instrumen jangka pendek

Oleh : Riska Rahman
Kamis, 24 Agustus 2017
20:55 WIB
MI: Lebih baik investasi instrumen jangka pendek

KONTAN.CO.ID - Pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin (bps) membuat manajer investasi (MI) menyarankan pemilik modal untuk berinvestasi ke instrumen jangka pendek. Masih adanya potensi untuk suku bunga untuk berubah membuat MI cenderung berhati-hati dalam memilih instrumen yang tepat.

Diturunkannya 7-day reverse repo rate (7DRR) menjadi 4,5% oleh bank sentral menjadikan berbagai instrumen investasi jangka pendek seperti pasar uang, obligasi, dan Sertifikat bank indonesia menjadi lebih menarik dibanding instrumen berjangka panjang.

"Instrumen berjangka pendek biasanya lebih imun terhadap perubahan suku bunga. Sehingga jika suku bunga belum bisa diprediksi apakah akan dinaikkan atau diturunkan nantinya, instrumen seperti obligasi, pasar uang, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan deposito jadi menarik," kata Rio Ariansyah, Head of Investment Phillip Asset Management, Kamis (24/8).

Investasi di sektor riil seperti properti juga bisa terdorong akibat penurunan suku bunga ini. Bunga pinjaman yang turun bisa mendorong pengembang dan para konsumen untuk rinvestasi ke properti.

Menurut Rio, penurunan suku bunga membuat pengembang lebih mudah untuk melakukan appraisal ke bank. Selain itu, kebijakan baru bank sentral ini juga bisa memotivasi para pengembang untuk membuat proyek baru karena berkurangnya kewajiban bunga pinjaman yang harus dibayarkan ke kreditur.

Adapun Rio memilih untuk mengoptimalkan investasinya di pasar uang hingga akhir tahun nanti. "Ini untuk antisipasi karena masih ada indikasi perubahan suku bunga dari The Fed. Jika itu berdampak ke perekonomian domestik, bisa jadi suku bunga acuan dalam negeri juga ikut berubah," terang Rio.

Editor : Dessy Rosalina