Share  

INVESTASI BERKSHIRE HATHAWAY

Nasihat sepanjang masa Buffett yang layak disimak

Oleh : Barratut Taqiyyah Rafie
Selasa, 29 Agustus 2017
15:39 WIB
Nasihat sepanjang masa Buffett yang layak disimak

KONTAN.CO.ID - Besok, 30 Agustus 2017, guru investasi Warren Buffett akan merayakan hari ulang tahunnya ke-87. Meskipun Buffett kian mendekati dekade ke-10 dalam hidupnya, bisnis sang miliarder belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Pada tahun lalu, misalnya, dia berhasil mencetak pendapatan US$ 12 miliar. Dan sepanjang 2017, pendapatannya hampir mencapai US$ 2 miliar. Hal ini menjadikan Buffett sebagai satu dari lima orang terkaya di dunia.

Bagaimana dia berhasil mencetak semua uang tersebut? Well, dia adalah pimpinan Berkshire Hathaway, perusahaan konglomerasi multinasional. Pada dasarnya, Buffett dan perusahaannya memilih perusahaan lain untuk dibeli dan investasi. Beberapa perusahaan yang mereka akuisisi cukup terkenal. Sebut saja Benjamin Moore, Dairy Queen dan Geico.

Dalam lima tahun terakhir, saham-saham kelas B Berkshire yang harganya mencapai US$ 180 per saham, sudah meroket lebih dari 100%. Sementara harga saham kelas A Berkshire yang mencapai US$ 270.000.

Pada periode yang sama, indeks Dow Jones Industrial Average hanya melompat 65%. Buffett sendiri diestimasi memiliki kekayaan bersih lebih dari US$ 77 miliar. Apa rahasianya?

Jika Anda ingin seperti Buffett, berikut ada beberapa tips yang kerap diungkapkan sang miliarder di beberapa kesempatan. Tips ini bisa dijadikan pegangan untuk berinvestasi karena berlaku sepanjang masa.

1. "Mencoba merasa takut saat yang lain tamak, dan menjadi tamak saat orang lain takut." (Buffett, 2004, dalam surat pimpinan Berkshire Hathaway dalam laporan keuangan tahunan)

Kemungkinan, quote ini merupakan quote yang paling terkenal dari Buffett-ism. Quote ini merupakan kata lain dari quote investasi yang paling populer, "Beli saat rendah, jual saat tinggi."

Investor acapkali melakukan hal yang sebaliknya karena mentalitas yang kuat. Berbeda dengan kebanyakan orang yang secara psikologis selalu melakukan hal yang dilakukan orang banyak. Namun, menjadi orang yang berbeda bisa jadi sangat mencolok. Sebagai contoh, saat kejadian tertentu membuat investor lain hengkang dari market, Anda harus menggunakan kesempatan tersebut untuk membeli saham-saham berkualitas yang tengah terdiskon.

2. "Baik investor besar maupun kecil harus tetap menggunakan indeks dana berbiaya rendah." (Buffett, 2016, dalam surat pimpinan Berkshire Hathaway dalam laporan keuangan tahunan)

Buffett bisa jadi merupakan pemilih saham yang terbaik. Namun ia masih mengakui kekuatan investasi sederhana dengan berpatokan pada indeks fund S&P 500 yang murah. Pada faktanya, dia sangat meyakini pendekatan ini sehingga dia bertaruh uang US$ 1 juta berdasarkan indeks ini.

Mengapa dia begitu yakin bahwa investasi pasif bisa mengalahkan manajer investasi yang aktif? Singkatnya, biaya. Dia menjelaskan, banyak manajer investasi profesional mengenakan biaya lebih besar dari yang bisa mereka dapatkan sebagai imbalan untuk klien mereka. Anda lebih baik menyimpan semua keuntungan dari seluruh indeks fund untuk diri sendiri.

3. "Investor masa kini tidak mengambil keuntungan dari pertumbuhan kemarin." (Buffett, The Security I Like Best, December 6, 1951)

Nasehat lama ini mengingatkan kita bahwa performa masa lalu bukanlah jaminan atas hasil masa depan. Sehingga, Anda tidak bisa bergantung invetasi yang baik akan terus berlangsung. Sebaliknya, lihat masa depan. Pastikan setiap investasi yang Anda inginkan memiliki prospek baik dan dapat membantu Anda mencapai tujuan.

4. "Investasi terfavorit kami adalah yang berlaku selamanya." (Buffett, 1988, dalam surat pimpinan Berkshire Hathaway dalam laporan keuangan tahunan)

Berbicara mengenai investasi jangka panjang. Tentu saja Buffett tidak selalu mengharapkan seseorang memegang investasi untuk selamanya. "Poin utamanya adalah Anda harus membeli sebuah perusahaan karena memang Anda menginginkannya, bukan karena ingin sahamnya terus melonjak," kata Buffett saat diwawancara majalah Forbes pada tahun 1974.

Itu artinya, jika Anda ingin mencoba berinvestasi di saham individual, Anda harus mencari bisnis yang diyakini akan baik dan menguntungkan untuk jangka panjang. Maka, Anda harus menjualnya saat membutuhkan dana, bukan karena sudah saatnya membongkar barang-barang tak berguna.

5. "Apapun bisa terjadi di market...para analis market akan terus mengisi kuping Anda, tapi tidak pernah dompet Anda." (Buffett, 2014, dalam surat pimpinan Berkshire Hathaway dalam laporan keuangan tahunan)

Dengarkan kata Warren, abaikan suara-suara lainnya -khususnya saat kita memiliki banyak sumber informasi. Selain itu, setiap kejadian sekecil apapun berkemungkinan menjadi headline dan menggerakkan market (setidaknya untuk jangka pendek).

Jangan biarkan hal apapun mengubah strategi investasi jangka panjang Anda. Selama Anda percaya dengan strategi dan portofolio, Anda harus tetap menjalankannya apapun yang terjadi.

6. "Seseorang duduk di tempat teduh saat ini karena dia menanam pohon sejak lama."

Pelajaran yang bisa dipetik di sini adalah seseorang harus berpikir ke depan saat bicara soal personal finance, apakah itu investasi, menabung, atau belanja. Saat Anda memutuskan apakah akan menyisihkan sebagian dana untuk kondisi darurat, pikirkan mengenai kondisi darurat finansial yang terjadi dan bagaimana mudahnya hidup Anda jika memiliki cukup tabungan yang sudah disisihkan.

Sebagian orang bisa menjadi kaya dengan berinvestasi. Dan mayoritas orang yang mencoba, berakhir dengan kebangkrutan. Arah yang jelas untuk menuju kemakmuran yang diambil Buffett adalah membangun portofolio Anda selangkah demi selangkah dalam satu waktu. Dan tetap dengan fokus Anda untuk jangka panjang.

8. Economic moat

Buffett menemukan istilah baru ini, yang secara harafiah berarti parit perlindungan ekonomi. Tapi yang dimaksud Buffett adalah perusahaan yang punya keunggulan kompetitif.  Perusahaan bertipe economic moat dapat melindungi bisnisnya dari kompetitor karena ia punya kelebihan tersendiri.

Kelebihan ini bisa berupa merek yang kuat, paten, atau posisi geografis. Memakai prinsip ini, Buffett membeli McDonalds, Coca Cola, dan P&G.

9. Membeli saham sama dengan membeli bisnis

Jika sebuah bisnis berkinerja bagus, harga sahamnya akan mengikuti.

Bagaimana mengetahui bisnis yang bagus? Pertama-tama, Anda harus mengerjakan PR, yaitu riset fundamental perusahaan tersebut. Sebab, bagi Buffett, syarat mutlak berinvestasi adalah mengerti bisnisnya dulu. Ia berulang kali menolak berinvestasi di berbagai saham teknologi murah karena mengaku tak kenal bisnisnya. "Risiko datang ketika Anda tidak tahu apa yang Anda lakukan," tuturnya.

Karena itu, Buffett juga menyarankan untuk memastikan kekuatan manajemen perusahaan itu. Menurut buku ‘The Warren Buffett Way, ia punya tiga pertanyaan menyangkut manajemen sebuah perusahaan. Apakah mereka rasional? Apakah mereka mengakui kesalahan? Apakah mereka bisa menahan tuntutan institusi? Buffett tak suka manajemen yang hanya mengikuti arus dan mengkopi kompetitor.

10. Beli perusahaan yang menguntungkan

Buffett lebih suka berinvestasi pada perusahaan yang membukukan keuntungan dengan konsisten. Artinya, dalam jangka panjang misalnya 10 tahun, perusahaan itu konsisten meraup keuntungan.

Ia pun mengukur tingkat keuntungan perusahaan misalnya dengan melihat return on equity (ROE), return on invested capital (ROIC), dan margin laba perusahaan, lalu membandingkannya dengan perusahaan kompetitor atau industri.

Tapi hati-hati, kadang perusahaan dengan ROE tinggi memiliki utang yang besar pula. Buffett sangat menghindari perusahaan macam ini. Ia pernah bilang, "Jika Anda berada di kapal yang bocor kronis, energi untuk mengganti kapal bakal lebih produktif ketimbang energi untuk menambal kebocoran."

(kumpulan berbagai sumber)

Editor : Barratut Taqiyyah Rafie