Share  

KESEHATAN

Pemerintah menggalakkan Germas

Oleh : Yudho Winarto
Jumat, 29 September 2017
23:14 WIB
Pemerintah menggalakkan Germas

KONTAN.CO.ID - 

Inpres Peregangan Otot untuk Kesehatan

JAKARTA. Bertepatan hari Jantung Sedunia pada 29 September ini, Kementerian koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) terus mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) No.1 Tahun 2017.

"Gerakan tersebut mengajak masyarakat melakukan aktifitas fisik, makan buah-buahan dan sayur-sayuran, dan cek kesehatan secara berkala," kata Deputi bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK Sigit Priohutomo dalam keterangannya.

Germas perlu digalakkan di tengah mayoritas masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang tak gemar berolah raga dan kurang peduli dengan kesehatan itu. ‘’Umumnya, orang baru melakukan cek setelah sakit,’’ kata Sigit.

Seperti disebut dalam Inpres yang terbit Februari lalu itu, Kemenko PMK bertugas mengkordinasikan Program Germas ini di antara sejumlah kementerian teknis. Menko PMK Puan Maharani telah membagikan alat tensi meter kepada semua 63 kementerian dan lembaga negara. ‘’Secara simbolis Ibu Menko mengajak kementerian dan lembaga itu agar secara serentak Gerakan Masyarakat Hidup Sehat," jelas Sigit.

Gerakan hidup sehat itu, menurut Sigit, dimaksudkan antara lain untuk mengurangi penyakit Katastropik, seperti jantung, kanker, gagal ginjal, yang diketahui sering mereka yang suka mengonsumsi minuman berpengawet dengan kadar gula tinggi dan juga makan cepat saji, merokok, dan kurang melakukan aktivitas fisik.

‘’Germas ini solusi kesehatan yang murah dan praktis,Menjaga kesehatan itu tidak mahal. Kita hanya perlu melakukan aktivitas fisik seperti olah raga, makan buah dan sayur serta mengecek kesehatan seperti mengukur tekanan darah," ujarnya.

Kemenko PMK, menurut Agus, menargetkan  pada tahun 2017 ini, seluruh kementrian, lembaga , dan pemerintahan provinsi, dengan segala elemennya, telah mempraktekkan Germas. Gerakan ini tidak menuntut banyak.

Selain makan sayur dan buah, mengecek kesehatan, Germas juga menyerankan olah raga ringan berupa peragangan otot setiap jam 10 pagi dan jam 19 sore, masing-masing selama lima menit. ‘’Enggak sulit kan,’’ kata Sigit.

Editor : Yudho Winarto