Share  

WALL STREET

Wall Street positif didukung isu domestik

Kamis, 07 September 2017
06:37 WIB
Wall Street positif didukung isu domestik

KONTAN.CO.ID -  Wall Street ditutup menguat, Rabu (5/9), setelah dua pemimpin utama Partai Demokrat mengatakan Presiden Donald Trump akan mendukung perpanjangan plafon utang dan rencana pendanaan pemerintah.

Mengutip CNBC, Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 54,33 poin atau 0,25% ke level 21.807,64. Saham Home Depot dan Chevron berkontribusi terbesar terhadap kenaikan indeks. 

Indeks S&P 500 menguat 7,69 poin atau 0,31% menjadi 2.465,54, terutama didukung sektor energi dan konsumen discretionary. Lalu, indeks Nasdaq juga naik 17,74 poin atau 0,28% ke 6.393,31, dengan dukungan sejumlah saham teknologi ternama, seperti Facebook dan Netflix.

Penguatan pasar saham AS terjadi sehari setelah Dow Jones dan S&P membukukan sesi terburuk sejak Agustus. Bursa saham sempat tertekan karena investor mencemaskan ketegangan geopolitik AS-Korea Utara.

Namun, Rabu, pasar merespons isu dari dalam negeri. Presiden Donald Trump disebut akan mendukung rencana Pemimpin Senat Minoritas Chuck Schumer dan Nancy Pelosi untuk mengkombinasikan kenaikan plafon utang dengan bantuan untuk Badai Harvey. 

Meski dmikian, Ketua DPR Paul Ryan dari Partai Republik mengatakan, usulan Demokrat itu konyol dan tidak dapat dijalankan. 

Sebelumnya, pasar sempat resah dengan kemungkinan penutupan pemerintah jika batas utang tidak dinaikkan. Pekan lalu, Standard & Poors menyatakan, jika kesepakatan tidak tercapai dapat menyebabkan penutupan pemerintah, yang akan menjadi bencana besar.

Namun, Dave Lutz, Kepala perdagangan ETF di JonesTrading mengatakan, investor sekarang melihat kemungkinan kesepakatan plafon utang yang lebih tinggi.

"Kita telah membicarakan kenaikan plafon utang dan penutupan pemerintah selama bertahun-tahun. Sejarah menunjukkan kepada kita bahwa pembuat kebijakan akan sampai pada kesepakatan yang masuk akal mengenai masalah ini," kata Stephen Wood, Kepala strategi pasar di Russell Investments, seperti dilansir CNBC.

 

Editor : Dupla Kartini
Sumber : CNBC
    Berita Terkait