Share  

Kopi Pagi

Berbekal teori dan pengalaman lapangan

Oleh : Hadian Pramudita — Presiden Direktur PT Wijaya Karya Beton Tbk
  Selasa, 01 Agustus 2017    17:14 WIB

Meskipun lulusan sarjana teknis sipil, saya juga ahli di bidang pemasaran. Pengetahuan soal penjualan itu saya dapatkan berkat hobi membaca buku.

Dalam banyak hal, saya belajar secara otodidak. Berkat belajar dari banyak buku, saya menyenangi pekerjaan di bidang pemasaran dan suka memburu buku-buku yang membahas pemasaran.

Selain karena menyenangi kegiatan pemasaran itu sendiri, skill penjualan memang lebih banyak didapat di lapangan.

Pengalaman di lapangan dipertajam dengan kemampuan teori pemasaran yang ada di dalam buku. Saya suka membaca, meskipun bukan buku yang rumit, tapi buku-buku pemasaran.

Membaca bukan hanya sekedar hobi, melainkan juga sebagai kebutuhan untuk mengimbangi pekerjaan. Karena saya suka pemasaran, saya sering browsing dan datang ke pameran untuk mengetahui produk baru itu seperti apa, sih, bisa tidak diterapkan di Indonesia.

Perkenalan saya dengan dunia pemasaran dimulai saat saya dipindahkan ke divisi pemasaran. Ini terjadi tak lama setelah saya bergabung dengan Wika pada tahun 1987.

Dari divisi teknik, saya dipindah ke divisi pemasaran. Perubahan bidang kerja ini terjadi karena waktu itu Wika belum punya bidang pemasaran yang baik. Semua pegawai pemasaran waktu itu belum engineer dan tidak dibekali pengetahuan teknik.

Padahal, untuk bisa memasarkan dengan baik, Wika membutuhkan tim pemasaran yang memiliki latar belakang teknik.

Selain agar produk dapat terjual lewat edukasi, ilmu teknik juga dibutuhkan untuk membaca kebutuhan pasar. Tantangan inilah yang membuat saya tak ragu untuk terjun ke bagian penjualan.

Secara konsisten saya menapaki karier di pemasaran dari posisi staf pelaksana penjualan, sales engineer madya, dan deputi manajer penjualan.

Kurang lebih empat tahun di Wika sebagai staf pemasaran, saya berhasil menjadi manajer penjualan produk beton DKI Jaya.

Selain marketing, saya juga memiliki pengalaman cukup lama di bidang konstruksi, dengan menangani berbagai proyek konstruksi di beberapa daerah.

Latar belakang pengalaman cukup panjang sangat membantu saya dalam menjaga visi Wika Beton menjadi leader untuk produk precast. Saya pun merasa tertantang untuk terus mendapatkan proyek-proyek besar.

Saya juga antusias memberikan masukan demi lahirnya produk-produk baru. Tentunya keberhasilan dalam berbagai proyek juga didukung oleh tim yang supportif.

Di sini kompak saling bahu membahu dari berbagai divisi, ini yang dibutuhkan untuk keutuhan jangka panjang Wika Beton.

Dengan konsistensi dan kesungguhan menjalani pekerjaan, pada tahun 2008 saya ditarik ke kantor pusat Wika Beton untuk menjadi manajer penjualan. Pada tahun 2012, saya mendapat kepercayaan menjadi Direktur Pemasaran Wika Beton.

Terhitung sejak 13 Maret 2017, bertepatan dengan hari lahirnya yang ke-56, saya dipercaya memegang tampuk tertinggi perusahaan yakni Presiden Direktur Wika Beton.

Tantangan pertama yang dihadapi adalah bagaimana membesarkan Wika Beton yang sudah lebih dulu tersohor. Karena itu, saya bertekad mengembangkan produk baru, menambah area cakupan pemasaran, serta menambah kapasitas pabrik.

Saya juga menyiapkan SDM yang loyal dan kompeten. Target saya, pada tahun 2020 mendatang kami sudah masuk ASEAN. Saat ini produk Wika sudah masuk Singapura dan Filipina.