Share  

CEO's Talk

Kami harus berubah menjadi lebih besar

Oleh : Edy Kuntardjo — Direktur Utama PT Bank Ina Perdana Tbk
  Rabu, 02 Agustus 2017    14:08 WIB

Menjadi besar dan bisnisnya maju merupakan impian setiap perusahaan. Begitu juga dengan Bank Ina Perdana yang belum sebulan naik kelas ke BUKU II. Sederet rencana pengembangan bisnis telah disiapkan. Pada jurnalis Agung Jatmiko, Edy Kuntardjo, Direktur Utama PT Bank Ina Perdana membagi strategi.

Tiga tahun sudah terlewati, sejak kami mencatatkan diri di bursa saham atau initial public offering (IPO), akhirnya kami naik kelas dari BUKU I menjadi BUKU II. Ini termasuk cepat.

Pemegang saham yang baru, yakni Grup Salim, memang betul-betul support dan memiliki visi untuk memperbesar portofolionya di sektor perbankan.

Kami pun sebenarnya tengah bersiap untuk menghadapi perubahan. Sebab, di era seperti sekarang, dimana perbankan konvensional mulai berubah menjadi perbankan digital, kami tak bisa berdiam diri saja.

Melakukan business as usual bukan merupakan strategi yang bijak. Kami harus berubah menjadi lebih besar dan lebih baik.

Nah, kami akhirnya mampu mewujudkan tujuan jangka panjang kami untuk naik kelas berkat suntikan modal dari investor baru kami, yaitu Grup Salim.

Di akhir April 2017, Grup Salim secara resmi sudah mengakuisisi dan berkat tambahan modal, kami akhirnya naik kelas. Penambahan modal ini akan membantu kami bertransformasi, berubah lebih cepat.

Untuk mencapai tujuan perubahan supaya semakin besar, tentu Bank Ina sudah mulai berubah. Perusahaan atau bank yang sudah memiliki kapasitas yang besar, kala menghadapi perubahan tentu harus merombak organisasi.

Kalau kami justru diuntungkan karena kami memperbesar organisasi. Kami akan menambah sumber daya manusia (SDM) dan tentunya juga cabang, di samping memperkuat penguasaan teknologi. Meski organisasi lebih besar nantinya, kami tetap efisien.

Tahun 2016 memang secara umum mengalami kesulitan, stagnan karena pertumbuhan kredit melambat sementara loan to deposit ratio (LDR) sudah mencapai 90%.

Secara umum, secara industri kondisinya seperti itu. Kami pun mengalami sedikit kesulitan tahun lalu. Dari sisi dana, kami memang tidak ada masalah, namun dari sisi pertumbuhan kredit kami menurun 5% tahun lalu.

Meski begitu, kami tetap mencatatkan kinerja yang cukup bagus tahun lalu.

Non performing loan (NPL) kami meningkat. Selama empat tahun terakhir, NPL kami selalu berhasil dijaga di bawah 1%. Namun tahun 2016 kemarin, NPL kami 3,14%.

1 2 3 Next