Share  

Kopi Pagi

Modal Intuisi Bisnis

Oleh : Henry Setiawan — CEO PT Sunrise Steel
  Kamis, 03 Agustus 2017    15:00 WIB

Saya berpandangan pebisnis harus mampu melihat visi kedepan serta bisa memproyeksikan langkah bisnis lebih maju, bahkan melewati beberapa dekade. Untuk itu pebisnis harus punya intuisi.

Ini baru saya pahami setelah apa yang terjadi saat krisis moneter terdahulu. Perusahaan kami yang kala itu masih dipegang oleh Ayah saya, sangat merasakan dampak kenaikan kurs dolar.

Saat itu harga impor kebutuhan bahan baku sangat tinggi. Sementara margin keuntungan dirasakan tidak membaik.

Namun ayah memerintahkan kepada kami untuk tetap terus menjual baja. Ia yakin krisis ini bakal sembuh. Dan pada akhirnya keputusan spekulatif tersebut mulai terlihat hasilnya.

Perlahan namun pasti, mata uang kita, yakni rupiah mulai menguat. Beriringan dengan itu, kami pun bisa memulihkan keuntungan. Inilah pengalaman bisnis yang tidak pernah saya lupakan kala itu.

Saya juga banyak belajar dari Ayah saya yang banyak memberi petuah. Baik itu soal sosial, rumah tangga hingga etika serta tak ketinggalan komitmen berbisnis.

Hal lain yang saya kagumi adalah Ayah seorang yang sederhana. Sampai sekarang ia memilih tinggal di kota kecil, Mojokerto.

Dari dia, saya belajar bahwa intuisi bagi bisnis itu penting. Karena berbisnis tidak hanya berbekal dari data saja. Kami sebagai pebisnis harus bisa melihat proyeksi ke depan.

Selain itu, modal nomor satu bagi pebisnis itu harus punya passion. Orang harus punya dorongan dan gairah dalam bekerja sehingga apa yang dia kerjakan tentu akan maksimal.

Passion atau hasrat membuat orang mau bekerja tanpa disuruh. Passion juga membantu mengasah kemampuan bisnis dalam diri kita sendiri.

1 2 Next