Share  

CEO Talk

Kami beralih ke layanan berbasis elektronik

Oleh : Elvyn G. Masassya — Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II
  Selasa, 08 Agustus 2017    14:26 WIB

Pembenahan layanan di pelabuhan menjadi komitmen utama pemerintah. Misalnya soal waktu bongkar muat. Beban ini berada di pundak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II. Pada Jurnalis KONTAN Agung Jatmiko, Elvyn G. Masassya, Direktur Utama Pelindo II mengungkap kiat dan strategi pengelolaan pelabuhan.

Setahun sudah saya menjabat sebagai pimpinan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), lebih tepatnya per April 2017 lalu jika dihitung dari penunjukan sebagai Direktur Utama.

Sebelumnya, saya menjabat sebagai pimpinan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau dikenal dengan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Secara bidang usaha, jelas antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Pelindo II ada perbedaan besar. Namun, secara prinsip, semua perusahaan itu basisnya sama.

Secara umum, yang membedakan adalah ambience atau suasana serta karakteristik bisnisnya. Misalnya, karakteristik Pelindo II adalah industri pengelolaan pelabuhan. Tapi, dalam konteks pengelolaan perusahaan, aspek manajemen sama saja.

Mengenai sumber daya manusia, ambience-lah yang membuat antara satu perusahaan dengan perusahaan lain berbeda. Artinya, setiap perusahaan kan harus memiliki visi, memiliki tujuan dan orang-orang di dalamnya harus memiliki kesepahaman pemikiran untuk mencapai tujuan.

Ketika saya ditugaskan ke Pelindo II, saya mengawalinya dengan melakukan fine tuning visi perusahaan. Visi Pelindo II oleh saya dan tim manajemen disesuaikan.

Saat ini, visi Pelindo II adalah menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan.

Untuk bisa mencapai visi tersebut, kami membuat roadmap hingga tahun 2020. Tahun 2016, kami menyebutnya fase fit in infrastructure, yaitu membangun pondasi, menyiapkan sistem, prosedur dan lain sebagainya.

Sementara, tahun 2017, saya menyebutnya sebagai fase enhancement, fase peningkatan dan tahun 2018 nanti kami sebut sebagai fase establishment. Lalu, tahun 2019 masuk pada fase sustainable dan tahun 2020 kami sampai pada taraf world class.

Nah, untuk mencapai fase-fase tersebut hingga mencapai taraf world class, kami memiliki strategi. Pelaksanaan mulai dari area tempat saya selaku Direktur Utama, area komersial, area teknik, area operasional, area keuangan, sampai seluruh area pengelolaan grup Pelindo II.

1 2 3 Next