Share  

CEO Talk

Digitalisasi membuat kinerja kami efisien

Oleh : Honesti Basyir — Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk
  Rabu, 09 Agustus 2017    16:53 WIB

Tantangan industri farmasi begitu besar. Ketergantungan pada bahan baku impor dan persaingan ketat membuat para pemain harus efisien. Kepada Jurnalis KONTAN Merlinda Riska, Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk Honesti Basyir menceritakan langkah prioritas apa untuk memajukan Kimia Farma.

Awalnya, saya tentu terkejut. Saya tidak menyangka bisa terpilih menjadi Direktur Utama Kimia Farma. Namun, sebetulnya yang membuat saya menerima amanah adalah saya ingin keluar dari zona nyaman.

Saya sudah lama bekerja di perusahaan BUMN PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk. Di Telkom, saya sudah menduduki berbagai jabatan dan posisi, di antaranya di jajaran direksi sebagai Direktur Keuangan, lalu Direktur Wholesale and International Service.

Industri farmasi itu unik, sangat banyak pemainnya. Kebanyakan pemain kecil-kecil, sekitar 200-an. Jadi sangat fragmented.

Berbeda dengan industri telekomunikasi yang bisa dihitung dengan jari. Selain itu, industri ini memiliki ketergantungan besar (95%) pada bahan baku impor.

Selain itu, tantangan industri farmasi adalah sangat regulated. Ada berbagai aturan di mana para pemainnya harus comply aturan dari BPOM dan Dinas Kesehatan. Namanya juga jualan obat, sesuatu yang prioritas dan penting untuk konsumsi dan kesehatan masyarakat. Jadi wajar aturan harus ketat dan punya standar.

Begitu saya ditawarkan menjadi Dirut Kimia Farma, saya langsung mencari tahu dan mempelajari bagaimana cara kerja, model bisnis industri farmasi, dan di mana posisi Kimia Farma.

Rupanya, Kimia Farma ini menempati posisi nomor enam dari pangsa pasarnya (market share). Saya membuat target, ingin menjadikan Kimia Farma berada di posisi tiga besar dalam dua sampai tiga tahun kepemimpinan saya.

Target tersebut saya akui cukup menantang, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Selama kurang lebih empat bulan saya memimpin, saya langsung mencari tahu apa saja persoalan yang dihadapi Kimia Farma dan mencari solusi.

Saya banyak berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk karyawan. Saya selalu meminta mereka untuk berdiskusi dengan saya secara santai, terbuka, karena saya orangnya tidak kaku dengan birokrasi, tidak suka yang ribet-ribet. Jika karyawan memiliki ide, kritik, dan saran, saya tentu welcome.

1 2 3 Next