Share  

CEO's Talk

Kami harus bergerak cepat dan lompat tinggi

Oleh : Rusdi Rosman — Direktur Utama PT Indofarma Tbk
  Selasa, 29 Agustus 2017    12:58 WIB

PT Indofarma Tbk (INAF) berupaya bangkit dari keterpurukan. Selama ini banyak masalah yang membuat kinerja Indofarma selalu saja merugi.

Kepada wartawan Tabloid KONTAN Merlinda Riska, Rusdi Rosman, Direktur Utama Indofarma menceritakan strategi dan visinya membangkitkan Indofarma.

Saya mendapat amanah memimpin Indofarma kurang lebih seratus hari yang lalu. Kala itu, saya merasa sangat tertantang. Mungkin Bu Menteri (Rini Soemarno) melihat rekam jejak saya di industri farmasi yang sudah cukup lama. Memang latar belakang pendidikan saya adalah farmasi.

Saat saya di Kimia Farma sebagai direksi, kondisinya juga sulit. Tapi di Indofarma, lebih parah sulitnya. Membayar gaji pegawai sulit.

Indofarma ini krisis cash flow sehingga tidak mampu membayar utang-utang ke importir bahan baku, bahan pengemas, tidak bisa merenovasi pabrik yang belum memenuhi standar cara pembuatan obat yang baik (CPOB), sehingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak mengizinkan kami produksi obat.

Selain itu, Sumber Daya Manusianya (SDM) juga krisis, sistem informasi amburadul, keuangan sedang rugi, bank tidak percaya, pabrik tidak bisa jalan. Bahkan, jika menurut Altman

Z-score yang mengukur krisis keuangan suatu perusahaan dengan melihat profitabilitas, piutang, collection-nya, jika menghasilkan poin di bawah 1,8 itu artinya perusahaan sudah bangkrut. Nah, setelah kami ukur, ternyata poin Indofarma ini 1,3.

Oleh sebab itu, 100 hari ini, kami langsung bergerak melakukan restrukturisasi keuangan dan sekarang sudah selesai.

Karena persoalan keuangan yang buruk, pemasok tidak percaya lagi, sehingga pabrik kami tidak didukung oleh pasokan bahan baku, pengemasan, dan bahan tambahan. Akibatnya, tahun lalu, utilisasi pabrik kami hanya 43%, atau satu shift saja.

Sekarang, gaji pegawai juga sudah tepat waktu, pemasok sudah percaya kembali, pabrik sudah jalan lagi, bahkan ada yang sudah tiga shift sehingga utilisasi bisa 70%-80%.

Selama 100 hari ini, BPOM banyak mengeluarkan sertifikasi, terutama produk herbal dan alat-alat kesehatan. Dengan ini, kami bisa masuk ke tender e-catalog.

1 2 3 4 Next