Share  

Financialwisdom

Alokasi aset (2)

Oleh : Eko Pratomo — Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners
  Senin, 08 Mei 2017    17:10 WIB

Minggu lalu dibahas singkat alokasi aset dan manfaatnya, terutama jika Anda investasi untuk tujuan tertentu di jangka panjang. Dalam contoh, diilustrasikan untuk persiapan dana pensiun dengan tempo 15 tahun, Anda membentuk portofolio 50% obligasi dan 50 % saham.

Untuk kemudahan implementasi, Anda memanfaatkan reksadana pendapatan tetap (RDPT) yang mayoritas berinvestasi di obligasi dan reksadana saham (RDS) mayoritas di saham, sebagai pengganti berinvestasi langsung ke obligasi serta saham. Anda juga melakukan investasi berkala setiap bulan dengan porsi 50:50 dari tabungan bulanan ke RDPT dan RDS.

Menjadi pertanyaan, apakah dengan berjalannya waktu nilai investasi Anda memiliki komposisi alokasi aset konstan 50:50 seperti di awal? Kapan Anda sebaiknya memantau dan mengevaluasi? Apa yang harus dilakukan ketika terjadi perubahan?

Dengan berjalannya waktu, dana investasi terus bertambah karena Anda membeli bulanan. Tapi, nilai investasi keseluruhan yang tergantung dari harga obligasi dan saham (dalam hal ini tecermin dari perubahan nilai aktiva bersih/unit penyertaan) bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari modal yang Anda setorkan setiap bulan. Monitoring bisa dilakukan melalui laporan bulanan yang Anda terima. Anda bisa melihat, bagaimana pergerakan nilai investasi di setiap reksadana yang berbeda jenis itu dan total nilai portofolio keseluruhan.

Lalu, kapan evaluasi dilakukan? Ada dua cara: pertama, dari sisi periode waktu. Misalnya, 6 bulan sekali atau 1 tahun sekali. Kedua, kapan saja jika terjadi perubahan komposisi alokasi aset secara signifikan.

Perubahan komposisi aset akan terjadi karena perubahan kinerja atau imbal hasil yang berbeda. Contoh, di periode setahun, RDPT naik 5% dan RDS melonjak 20%. Maka, alokasi aset portofolio Anda berubah di akhir tahun menjadi, misalnya, RDPT:RDS = 45:55. Lalu, apa yang harus Anda lakukan? Anda bisa memakai strategi yang disebut dengan portfolio rebalancing, bagian dari manajemen portofolio investasi, yang akan kita bahas di tulisan berikutnya.