Share  

Financialwisdom

Mendekati Tujuan Investasi

Oleh : Eko Pratomo — Senior Advisor PT BNP Paribas Investment Partners
  Jumat, 16 Juni 2017    22:09 WIB

Pembahasan investasi dalam konteks financial wisdom selalu dikaitkan dengan pemenuhan tujuan atau kebutuhan masa depan, bukan sekadar memiliki lebih banyak harta. Setiap tujuan masa depan harus didefinisikan secara spesifik, mulai jenis kebutuhan, jangka waktu, hingga besaran dana yang harus dicapai.

Investasi menjadi jembatan, bagaimana dengan sumber dana yang ada, Anda mengoptimalkan upaya dengan jalan berinvestasi. Ini untuk mencapai tujuan yang Anda inginkan tersebut.

Pada tulisan sebelumnya, saya telah membahas, bagaimana peran alokasi aset dalam melakukan dan menerapkan strategi berinvestasi dalam jangka panjang. Nah, yang harus diperhatikan dalam alokasi aset adalah, dengan perjalanan waktu yang semakin mendekati jangka waktu kebutuhan, keberadaan aset berisiko, seperti saham juga obligasi, perlu dialihkan kepada jenis aset yang lebih aman.

Mengambil dari tulisan sebelumnya, sebagai contoh, Anda memiliki tujuan investasi untuk mempersiapkan dana pensiun dalam tempo 15 tahun dari sekarang, dan memilih alokasi aset awal sebesar 50% reksadana pendapatan tetap (RDPT) dan 50% reksadana saham (RDS). Maka setelah 10 tahun berjalan, Anda harus mulai menurunkan alokasi aset yang dinilai berisiko yakni RDS, dengan menjualnya, baik secara bertahap maupun secara sekaligus (tergantung kondisi pasar saham). Lalu, mengalihkannya ke RDPT atau ke reksadana pasar uang (RDPU).

Dalam kurun waktu lima tahun atau tiga tahun berikutnya, alokasi aset portofolio investasi Anda harus lebih konservatif dari posisi sebelumnya untuk mengurangi risiko. Artinya, Anda sudah harus menentukan alokasi baru yang lebih konservatif dari sebelumnya, misal, jadi: 80% RDPT dan 20% RDS, atau 100% RDPT, atau 50% RDPT dan 50% RDPU.

Bahkan, bila sisa waktu menuju kebutuhan tinggal dua tahun atau satu tahun lagi, mungkin Anda perlu mengubah dan menentukan alokasi aset yang hanya terdiri dari RDPU atau deposito. Tujuan dari perubahan alokasi aset tersebut adalah, agar ketika jangka waktu kebutuhan sudah tiba dan harus melikuidasi atau menjual semua aset yang ada dalam portofolio, maka Anda akan terhindar dari gejolak pasar yang bisa mendatangkan kerugian secara signifikan.